Saturday, February 16, 2008

Lindungi Informasi Saat Anda Mengirimkan SMS

Seperti halnya e-mail, berkomunikasi melalui SMS serasa hanya berdua yang tahu, tetapi privasi tersebut hanya ilusi. Gina Hughes, dari Yahoo! Tech, menjelaskan beberapa cara untuk melindungi privasi Anda ber-SMS, di antaranya dengan mem-password handphone, menggunakan pelayanan SMS anonim seperti AnonTxt.com, dan menghapus isi handphone sebelum menjualnya.

Sebenarnya saran-saran tersebut tidaklah membuat SMS aman, karena pengirimannya juga tidak diacak, dan salinan SMS yang Anda kirim, pada akhirnya, akan tersimpan pada handphone orang lain yang tidak bisa Anda kontrol. Singkatnya, cara terbaik mengamankan SMS adalah jangan mengirim SMS berisi informasi penting seperti password, nomor PIN, atau, ehm..., rayuan gombal Anda. [Photo by: Eliacim Lopes]

Selengkapnya: Text Messaging Privacy [Yahoo! Tech via lifehacker.com]

Friday, February 15, 2008

Sakit Liver Lagi?

Capek banget!

Selesai pemeriksaan darah dan rontgen di laboratorium BNN, aku langsung pulang naik kereta. Niatnya sih ngejar kereta Ekonomi AC keberangkatan jam 15:15 dari stasiun Cawang. Namun aku kurang beruntung kayaknya (atau kurang cepat?), kereta sudah berangkat jam 15:10! Kereta Ekonomi AC berikutnya berangkat jam 18:45, not worth waiting for.

Jadi aku terpaksa naik kereta Ekonomi biasa non-AC. Eh... kereta tak kunjung datang padahal sudah nunggu hampir satu jam. Giliran dia datang, puenuh buanget! Berkat pengalaman menggunakan kereta rel listrik ekonomi selama 11+ tahun, aku bisa juga masuk ke dalam kereta.

Badan padahal terasa lemes banget. Nyaris tidak bertenaga. Tapi mo gimana? 'Kan harus pulang cepet-cepet sebelum jam pulang kerja. Apalagi di hari Jum'at, banyak orang yang ingin segera sampai di rumah.

Sampai di rumah, aku terima SMS dari Wiwi tentang hasil lab. Seperti yang aku duga, SGPT dan SGOT-nya di atas normal, berarti liver-ku lagi sakit. Waduh! Alamat bisa balik ke tahun 2001 - 2003, saat aku mengalami gangguan kerja liver. Mudah-mudahan, sih, bisa cepat pulih.

[Photo by Shesh_lump]

Tuesday, November 28, 2006

Macet

Dua hari ini jalan Duren Tiga / PLN macet. Kemarin aku pulang jam 17:00 dan baru sampai stasiun Kalibata jam 18:30. Biasanya jam enam kurang sudah bisa sampai di stasiun. Bagusnya aku dapat duduk di bis Kopaja S.57 sejak naik dari depan kantor. Hari ini juga macet tapi aku dapat duduk menjelang pertigaan jl. Raya Pasar Minggu. Lumayan aku bisa menghilangkan pegal dan tidur sebentar. Setelah itu perjalanan cukup lancar. Aku bahkan langsung dapat kereta begitu masuk stasiun. Sampai di Citayam, Teh Imah sudah menunggu. Oiya, dia itu ojek langganan aku. Bener, ojek perempuan. Dia adiknya Teh Anah. Kadang orang memandang dengan aneh, kok perempuan yang bawa motor. Mungkin ada juga yang berpikir bahwa dia istri aku. Kadang-kadang aku suka menawarkan diri untuk membawa motor, terutama kalau aku perlu cepat sampai rumah. Maklum, Teh Imah bawa motornya pelan-pelan. Dia sering bilang bahwa aku kalau bawa motor ngebut, padahal cuman 40 km/jam. Makanya dia pikir-pikir kalo aku harus bawa motornya. Sampai di rumah Teh Anah, langsung aku makan malam sambil nonton TV. Aku makan biasanya makan di ruang tamu. Teh Anah lagi menyuapi Nisa anak bungsunya. Tidak lama kemudian Oji dan Sri pulang dari pengajian. Sri hari ini ulang tahun. Katanya dia sudah dapat kado, boneka beruang--mungkin masih saudaranya Teddy Bear. Dia memberikan boneka itu ke Nisa. Katanya, sesuai perjanjian, Sri harus membagi kado pada Nisa. Aku belum memberi kado. Kasih apa ya buat dia? [Photo by Alex Bergsten]

Sunday, October 29, 2006

Kering

Aku pulang dari Tasikmalaya hari Sabtu kemarin. Suasana kering mewarnai pemandangan sepanjang jalan menuju Jakarta. Musim kemarau kali ini memang terasa panjang dan cukup menyiksa. Bahkan boleh dibilang sebagai ujian tambahan selama bulan puasa. Entahlah. Bisa jadi ini merupakan tanda-tanda global warming yang mengancam kita semua. Buat ku, kegersangan musim kemarau langsung hilang di saat Iedul Fitri. Hati serasa sejuk kembali setelah berma'af-ma'afan dengan keluarga dan teman-teman. Dan, seperti tahun-tahun sebelumnya, aku merasa berat untuk meninggalkan kampung halaman!

Sunday, October 15, 2006

Menjelang Lebaran

Alhamdulillaah, bulan Ramadhan tahun ini aku lalui dengan bekerja di perusahaan yang memberi banyak kesempatan kepada karyawannya untuk beribadah. Bayangkan, aku bisa pulang jam 15:30 WIB dan ini bukan sekedar teori. Terimakasih untuk Asuransi Takaful Keluarga!